Libur Lebaran di Ancol
Saturday, October 20, 2007 by harjo
Saturday, October 20, 2007 by harjo
Posted in: Wisata Jakarta | 0 komentar | |
Saturday, October 06, 2007 by harjo
Selama ini jika ke berlibur ke Puncak - Bogor, yang kita tahu hanyalah Cibodas, Taman Safari, dan Perkebunan Teh. Padahal ada juga loh, lokasi menarik lainnya yaitu Curug Tujuh, Cilember. Curug tujuh merupakan objek wisata alam (wana wisata) yang cukup menarik dengan panorama alam berupa mata air dengan 7 buah air terjunnya. Selain itu juga ada taman kupu-kupu yang eksotik dan hamparan pohon pinus. Jika anda bosan dengan rutinitas pekerjaan kantor, lokasi ini dapat menjadi alternatif pilihan wisata yang menarik dan juga murah meriah. Gemercik suara air, indahnya warna kupu-kupu, dinginnya udara pegunungan, akan menjadi pengalaman yang tidak terlupakan.
terjun ini terletak berurutan dimulai dari curug tujuh yang lokasinya paling bawah dekat dengan guest house. Bagi pengunjung yang suka hiking, dapat melanjutkan ke curug 6, 5, 4, dan seterusnya hingga paling atas. Jalur menuju setiap curug sangat menarik dan memiliki panorama yang indah dan khas. Untuk mencapai curug yang paling atas dibutuhkan waktu kurang lebih 1 jam. Air terjun ini mengalir ke beberapa tempat membentuk sungai-sungai kecil berbatuan. Merupakan tempat yang menarik untuk memancing ikan gabus. Ketika ke sana ada beberapa orang yang saat itu sedang memancing, wah banyak juga hasil mereka, walaupun ikan gabusnya kecil-kecil. Kami juga menemui beberapa fauna khas yang selalu berada di perairan sungai seperti capung (Odonata) yang memiliki aneka warna, sangat indah dan jarang ditemukan di daerah lain.
Taman Kupu-Kupu
Untuk mendukung kehidupan kupu-kupu, di lokasi ini juga tersedia berbagai macam jenis tanaman bunga-bungaan dan angrek, diantaranya : bunga soka, nusa indah, sirih hutan, nona makan sirih, Phalaenopsis, Dendrobium, Cattleya, Phailus, Xandra, dsb yang totalnya sekitar 100-an jenis.
800.000 perhari. Guest house yang berkontruksi kayu ini dapat menampung antara 15 – 20 orang. Sedangkan bagi yang ingin berkemah di alam terbuka, juga tersedia peralatan kemah, yang dilengkapi dengan sarana MCK dan Mushola. Mengenai keamanannya, tidak perlu khawatir karena dijaga 24 jam oleh hansip dan penduduk sekitar. Mereka sudah memahami arti penting pengunjung bagi kemakmuran warga desa sekitarnya.
Posted in: Wisata Jawa Barat | 0 komentar | |
Sunday, September 09, 2007 by harjo

Posted in: Wisata Sumatra Utara | 8 komentar | |
Saturday, September 08, 2007 by harjo
Memang seperti ada yang kurang, jika pulang dari Medan tidak membawa oleh-oleh Bika Ambon Zulaikha dan Bolu Meranti. Sudah menjadi bawaan wajib kalau pulang dari dinas di Medan membawa makanan tersebut, selain titipan orang sekantor juga untuk oleh-oleh keluarga di rumah. Bika Ambonnya memang enak, begitu juga dengan Bolu Gulung Meranti. Wah enak banget …Posted in: Kuliner Sumatra Utara | 0 komentar | |
Wednesday, August 29, 2007 by harjo
Mangrove Chalenge, membuat saya terpancing ke daerah tersebut, Suaka Marga Satwa Muara Angke. Enam tahun yang lalu saya pernah ke sini, kondisi saat itu sudah sangat parah. Dan saat ini ternyata lebih parah lagi. Tidak pantas lagi disebut sebagai kawasan hutan mangrove. Papan informasi “Balai Konservasi Sumber Daya Alam DKI” yang dulu terpasang di tepi jalan raya, saat ini sudah tidak terlihat lagi. Sudah berubah menjadi kawasan hunian, real estate mewah.Posted in: Wisata Jakarta | 1 komentar | |
Tuesday, August 28, 2007 by harjo
Minggu ini giliran Planetarium Jakarta yang saya kunjungi. Saya perlu menyebut Jakarta-nya, karena di Indonesia ternyata ada 3 wahana sejenis. Lokasi lainnya adalah di Kutai, Kalimantan Timur dan Surabaya, Jawa Timur. Terakhir ke Planetarium Jakarta sekitar tahun 1979, wah sudah lama banget ya. Lokasinya masih di Jl. Cikini Raya 73. Tidak begitu ramai, bahkan cenderung sepi. Sudah beberapa kali sebetulnya saya berencana ke sini, tetapi selalu ragu, apakah buka?. Dan akhirnya hari ini, tgl 26 Agustus 2007 rencana tersebut baru kesampaian.Tepat pukul 14.00 saya mulai mengantri membeli tiket masuk. Tiket masuk dewasa adalah sebesar Rp 7.000,- per orang, sedangkan anak-anak Rp 3.500,- per orang. Ruangannya cukup dingin, ber AC dengan kapasitas tempat duduk kurang lebih 100 tempat duduk.Sekedar informasi, bahwa jadwal pertunjukan lengkapnya adalah : Selasa s.d. Jumat jam 16.30 wib, Sabtu dan Minggu jam 10.00, 11.30, 13.00 dan 14.30 wib. Sedangkan hari libur nasional jam 10.00, 13.30, 15.00 dan 16.30 wib. Hari Senin libur, digunakan untuk kegiatan maintenance.
Menurut situs resminya di http://planetarium.jakarta.go.id selain pertunjukan Teater Bintang dan multimedia, Planetarium & Observatorium Jakarta juga menyediakan sarana observasi benda-benda langit melalui peneropongan secara langsung, untuk menyaksikan fenomena alam lainnya, seperti gerhana bulan, gerhana matahari, komet dan lain-lain. Jadwal peneropongan disusun dan disesuaikan dengan memperhatikan prakiraan cuaca. Kegiatan peneropongan ini tidak dipungut biaya, seperti kejadian Gerhana Bulan yang akan jatuh pada tanggal 28 Agustus 2007 hari ini, bisa disaksikan melalui teropong, gratis.
Posted in: Wisata Jakarta | 1 komentar | |
Tuesday, August 21, 2007 by harjo
Namanya Atlantis. Mungkin mengambil nama sebuah kota kuno yang hilang di telan gelombang laut Atlantik, seperti yang dituliskan Plato dalam bukunya Timaeus dan Critias. Di tempat ini kita bisa menikmati kedahsyatan petualangan wisata air. Tidak salah memang disebut Atlantis Water Adventure, karena memang tempatnya sangat bagus, ada beberapa lokasi kolam, seperti kolam ombak, kolam arus, spiral luncur, dan kolam renang mulai dari untuk Balita hingga ukuran dewasa. Lokasinya pun tidak terlalu jauh dari tempat saya tinggal, hanya 30 menit perjalanan. Anehnya tempat ini justru baru kali ini saya kunjungi, Taman Impian Jaya Ancol. Maklum biayanya lumayan besar, masuk ke Ancol saja Rp 10.000,- untuk umur 2 tahun ke atas. Sedangkan masuk ke Atlantis Rp 50.000,- per orang. Jadi kalau pergi berempat sudah habis Rp 250.000,-. Jadi walaupun dekat, lumayan besar juga ya. Makanya saya jarang ke sini. Tetapi bagi yang hobby dengan air, di sini sangat bagus. Sekedar informasi, untuk penyewaan ban Rp 15.000,-, sewa loker Rp 5.000,-, sewa tempat bilas keluarga pertiga jam Rp 40.000,-.
Posted in: Wisata Jakarta | 0 komentar | |
Tuesday, August 14, 2007 by harjo
Posted in: Wisata Sumatra Utara | 1 komentar | |
Wednesday, July 18, 2007 by harjo

Posted in: Kuliner Jawa Barat | 0 komentar | |
Sunday, July 15, 2007 by harjo
Lempar duit, di kolam di Mall Artha Gading, Jakarta Utara. Posted in: Wisata Jakarta | 0 komentar | |
Friday, July 13, 2007 by harjo
Lokasinya di Kota Bogor, tepatnya masih berada di dalam area kebun raya Bogor. Karcis masuknya murah banget, cuma Rp 1.000,-. Menurut saya ini karcis yang terlalu murah, lebih murah dari tiket parkir malah. Jadi sebaiknya menurut saya dinaikan saja. Tiket yang terlalu murah, justru menjadi terkesan murahan. Untuk pengunjung pelajar mungkin Rp 1.000,- tidak masalah, tetapi untuk pengunjung umum dinaikan menjadi Rp 5.000,- sepertinya tidak masalah. Ada beberapa koleksi yang sebetulnya ingin saya lihat, tetapi sayang tidak berhasil menemukan seperti jenis ikan purba yang belum lama ditemukan di teluk Manado. Atau mungkin di bagian lain? saya tidak tahu persis. Sebetulnya saya sudah beberapa kali berkunjung ke sini. Dan setiap berkunjung ke sini, memang tidak membosankan, karena selalu ada tujuan dan aspek yang lain yang ingin saya lihat dan ketahui.
Posted in: Wisata Jawa Barat | 0 komentar | |
Friday, July 06, 2007 by harjo
Saya kembali ke sini, kebetulan rencananya tanggal 11-12 Agustus 2007 mendatang akan ada kegiatan Outbond Training. Sehingga hari ini saya perlu melakukan survey ke kawasan ini. Kebetulan hari ini lagi libur anak sekolah dan juga awal bulan, sehingga jalan menuju kawasan ini macet total, tidak bergerak lebih dari 3 jam. Sehingga rencana perjalanan ke Cimanggu, sementara dibelokan dulu ke Kawah Putih. Yang memang kebetulan juga termasuk daerah yang akan menjadi tujuan rencana outbond.Posted in: Wisata Jawa Barat | 0 komentar | |
Friday, June 29, 2007 by harjo
Merupakan satu-satunya kawah di dunia yang bisa dilalui kendaraan bermotor, Taman Wisata Alam Gunung Tangkubanparahu. Lokasi berada di ketinggian 1830 dpl, dengan suhu udara yang sangat dingin. Gunung ini termasuk katagori aktif, karena mempunyai lubang kepundan tempat keluarnya magma. Magma adalah batuan cair yang terdapat di bawah permukaan bumi dengan suhu 900 - 1100 derajat C.Untuk mengunjungi Tangkuban Perahu, kendaraan hanya bisa mencapai kawah utama yaitu Kawah Ratu. Tangkuban Perahu terletak 28 km sebelah utara Bandung. Dapat dicapai dalam waktu 30 menit dari Kota Bandung. Sepanjang perjalanan menuju Tangkuban Perahu kita dapat menikmati pemandangan dataran tinggi Bandung yang dikelilingi pegunungan.
Sampai di Tangkuban Perahu, pastinya di Kawah utama yaitu Kawah Ratu kita harus berjalan, memanjat ke Stasiun Geologi di bagian atasnya atau turun ke kawah aktif lainnya yakni Domas. Aktivitas perjalanan akan memberi Anda pengalaman alam menakjubkan. Dari Domas ada jalan setapak menuju hutan ke luar jalan sekitar 2 km dari tempat parkir dekat Kawah Ratu.
Keindahan Gunung Tangkubanparahu, rupanya telah memikat hati seorang Profesor Geologi berkebangsaan Belanda yang mengajar di Universitas Pajajaran, Prof. George Andrian de Neve yang berwasiat agar abu jenasahnya disemayamkan di kawah ini.
Posted in: Wisata Jawa Barat | 0 komentar | |
Tuesday, June 19, 2007 by harjo
Di sela-sela tugas di Bandung, Minggu 17 Juni 2007 saya manfaatkan untuk berwisata alam ke daerah Pegunungan Bandung Selatan. Beberapa obyek wisata yang akan saya tuju di antaranya adalah Kawah Putih Gunung Patuha, Perkebunan Teh Walini, Ranca Upas, Pemandian Air Panas Cimanggu, dan Situ Patengan. Dari Bandung saya berangkat pkl 09.00 wib dan sampai di Ciwidey sekitar pkl 11.00 wib. Agak lambat, karena perjalanan sedikit macet di daerah Soreang, yaitu selepas dari pintu tol Kopo. Kawasan wisata yang pertama dikunjungi adalah Agrowisata Stroberi. Menarik, karena pengunjung bisa memetik sendiri buah stroberi. Di sepanjang kiri kanan jalan, banyak lahan-lahan pertanian dan perkarangan rumah yang menjual produk pertanian tersebut. Harga perkilogramnya adalah Rp 35.000,-. Plus buah yang bisa dimakan langsung di kebun. Kami sendiri hanya kebagian setengah kilogram saja, karena buahnya sudah susah ditemui. Sepertinya habis disikat rombongan sebelumnya.Posted in: Wisata Jawa Barat | 3 komentar | |
Monday, June 18, 2007 by harjo
Ini adalah buah yang baru pertama kali saya dengar dan lihat, yaitu ketika berkunjung ke Situ Patengan. Nama lainnya adalah Melosa dengan nama ilmiah Solanum muricatum. Menurut si penjual, bahwa buah ini dapat mengobati berbagai macam penyakit baik dimakan matang maupun mentah. Buah Pepino yang sudah matang dapat megobati : darah tinggi, panas dalam, disentri, ambeien, asam urat, dan rheumatic.Posted in: Wisata Jawa Barat | 0 komentar | |
Friday, June 08, 2007 by harjo
Sungguh, tempat yang sangat mengasyikan. Berbekal informasi dari website, dan seorang kawan, Pak Sofyan. Akhirnya diputuskan untuk berangkat malam itu juga. Sebelumnya ragu, mengingat belum ada yang pernah ke sana. Terlebih daerah tersebut belum pernah dikunjungi lagi, sejak bencana besar Bohorok tahun 2003 yang lalu. Bukit Lawang adalah kawasan wisata yang berkembang karena daya tarik dan pesona alam yang indah. Lokasi ini menjadi terkenal, karena sebagai pusat rehabilitasi orang utan pertama di Sumatera sejak tahun 1980-an. Penduduk lokal di sana menyebut Bukit Lawang sebagai Bohorok. Ketika kami ke sana jalan menuju Bukit Lawang terancam putus menyusul longsornya badan jalan yang berada di Desa Paya Bedi. Kondisi ini membuat jalan ditutup. Sehingga kami harus mencari jalan alternatif. Tetapi jalan alternatif rupanya tidak berhasil, karena kondisi jalan yang sangat parah, tidak bisa dilalui oleh Xenia yang kami tumpangi. Dengan terpaksa balik lagi dan harus menerobos jalan yang ditutup tersebut. Mengingat daerah yang belum pernah dikunjungi, terpaksa minta dipandu oleh penduduk setempat untuk mengantarkan kami ke lokasi tersebut. Sampai di tempat sekitar pkl 12 malam. Dan langsung ke tempat penginapan, Cottage Ecolodge. Ada beberapa pilihan mulai 85 rb, 125 rb, 165 rb, dan 185 rb. Kami pilih yang 125 rb. Lumayan nyaman. Sayangnya terlalu banyak pungutan yang overlaping. Khususnya uang parkir dan uang keamanan. Juga dalam hal memandu turis ke hutan. Tempat yang bagus, tetapi sayang tidak didukung mentalitas penduduk setempat dalam menerima kunjungan wisatawan.Posted in: Wisata Sumatra Utara | 0 komentar | |
Thursday, June 07, 2007 by harjo

Posted in: Kuliner Sumatra Utara | 1 komentar | |
Thursday, May 17, 2007 by harjo
Posted in: Wisata Makassar | 0 komentar | |
Wednesday, May 16, 2007 by harjo
Menurut saya, Bantimurung adalah wisata alam paling menarik di antara tempat wisata lain yang pernah saya kunjungi sebelumnya. Tidak salah, jika Alfred Russel Wallace (1823-1931) dalam bukunya “The Malay Archipelago” menyebut kawasan ini sebagai “The Kingdom of Butterfly”.Posted in: Wisata Makassar | 0 komentar | |
Saturday, May 12, 2007 by harjo
Beberapa lokasi kuliner favorite yang sempat saya coba selama berkunjung di Makassar, di antaranya adalah :
Lokasi favorite kedua, adalah :
JalangkotePosted in: Kuliner Makassar | 1 komentar | |